Tak akan sanggup jika Kau meninggalkanku

Senin, 28 Mei 2012 (02.15)
Who do you think you are?
Runnin’ ’round leaving scars
Collecting a jar of hearts
And tearing love apart
You’re gonna catch a cold
From the ice inside your soul
Don’t come back for me
Who do you think you are?

Lagu diatas adalah lirik lagu Jar of Hearts dari Christina Perry. Hari ini, bukan, salah, ini sudah berganti hari. Kemarin, hari minggu, adalah hari Pentakosta dan aku tidak bisa ke gereja pagi karena bangun kesiangan dan sorenya sudah janji mengantar teman ke Nglanggeran, jadi tidak mungkin dibatalkan. Dengan terpaksa aku tidak ke gereja. Lalu tak sengaja aku mendengarkan lagu Christina Perry, tiba-tiba Rossy berkata “Mba, bayangkan kalau yang ngomong gitu adalah Tuhan Yesus ke kita, mau giman coba kita?” Mendengar pernyataanya itu aku langsung tertohok. Ya, untuk apa aku hidup di dunia ini jika akhirnya Tuhan Yesus “mencampakkanku”?? Aku lebih memilih untuk tidak diciptakan daripada diciptakan hanya untuk “dijauhi”. Makin besarlah rasa penyesalanku karena tidak ke gereja. Padahal Pentakosta sangat berarti penting bagiku karena dulu aku lahir 7 Juni 1992 dan itu pas hari Pentakosta.
Tuhan, maafkan hambaMu ini, janganlah Engkau tinggalkan aku, aku tak akan sanggup bertahan tanpaMu.

 

No Body Not Love Me

Senin, 21 Mei 2012

12-13 Mei 2012…..the best moment in my life. Tugasku sebagai ketua PMK sudah berakhir. Sudah sekitar seminggu sejak regenerasi dan setiap kali aku melihat foto-foto regen aku merasa sangat rindu, rindu ketika memikirkan bahwa aku sebentar lagi lulus dan itu artinya aku akan pergi meninggalkan PMK. Sungguh kenangan paling berharga selama aku kuliah, selama aku di Jogja,selama aku mengenal mereka semua, hanya PMK yang bisa membuatku seperti ini. Tuhan mengubahkanku melalui PMK, Tuhan mengajariku banyak hal lewat PMK, dan Tuhan juga yang membuatku sebahagia ini.

Pukul 12.00 tepat teman-teman berangkat dari FIB dengan menggunakan motor. Sangat disayangkan aku tidak bisa berangkat bersama mereka, karena aku harus kuliah di Prambanan dan malamnya menonton Ramayana Ballet. Ini sangat lebih baik daripada aku tidak datang ke regen, aku pasti akan menyesal seumur hidupku, karena kemarin hampir saja tidk ada ynag bisa mengantarku ke tempat regen, tapi untunglah ada Mas Memet yang sangat baik hati, yang mau mengantarku ke Nglanggeran, yang jalannya sangat sepi itu pada malam hari.

Usai memonton Ramayana Ballet, pukul 21.30 tepat aku dan Mas Memet langsung berangkat ke Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, tempat regenarasi PMKku. Kami lewat Piyungan, sehingga bisa lebih cepat. Pukul 22.15 kami berdua sampai. Tepat pada waktunya. Inti dari weekend regenerasi ini adalah malam ini, dimana semua calon pengurus baru dilantik untuk menjadi pengurus baru, dan kami para pengurus lama harus ada untuk membasuh kaki mereka semua. Aku sudah khawatir seandainya aku datang terlambat dan aku harus meleweti moment pentng ini, aku akan sangat menyesal. Untunglah saat aku datang prosesi regen baru saja dimulai. Semua calon pengurus baru sudah ditutup matanya dan sebagian sudah dibawa ke dekat api unggun tepat kami akan meregen mereka. Mereka kami buat menyebar, mengelilingi api unggun. Dengan mata mereka masih tertutup slayer, Kak Intan membacakan ayat ketika Tuhan Yesus membasuh murid-murid-Nya, aku dan Callista mulai membasuh kaki mereka satu persatu. Seharusnya ada Aji juga, sebagai mantan wakil, tapi karena dia sakit, jadi tidak bisa datang, jadilah hanya kami berdua yang membasuh kaki mereka. Semua calon pengurus baru ada 16 orang, tapi karena beberapa berhalangan hadir, jadi hanya ada 12 orang. Selesai membasuh kaki mereka semua, kami seluruh panitia mencoreng-coreng muka mereka dengan arang, lalu memeluk dan membisikkan ucapan selamat datang di kepengurusan PMK dan selamat melayani. Ketika aku memeluk mereka, mereka sudah berurai air mata, sungguh membuatku terharu. Apalagi ketika aku menyuruh mereka semua untuk melepas slayer yang menutup mata mereka, mereka makin menangis dan semua orang memelukku, mereka berkata “Kak Titis….maafin kita ya…” sambil menangis. Meskipun aku tidak bisa menangis, tapi aku sungguh terharu saat itu. Tapi, sesudah itu, wuahhh mereka melakukan balas dendam padaku. Semua orang berebut memelukku dan mencoreng-coreng mukaku sampai hitam pekat. Saat itu aku belum sadar, besoknya, waktu aku lihat hasil fotonya, wuih…gila aku udah ngalahin gorilla aja itemnya, kayak orang habis kesetrum malah…. Hmm…dasar anak-anak ini, tapi tak masalah, aku tetap senang, hanya sekali seumur hidup, moment ini tidak akan terulang kembali. Continue Reading

Ternyata Sake itu pahit rasanya…..

Senin, 30 April 2012
Siapa yag tak tahu sake? Ya, sake adalah minuman khas Jepang. Minuman ini sangat digemari oleh masyarakat Jepang, apalagi di kalangan anak muda, mereka sering berkumpul bersama untuk sekedar nongkrong sambil minum sake. Biasanya kalau ada perayaan tertentu mereka bisa minum sampai mabuk.
Nah, kebetulan saya punya temen orang Jepang, kalo bisa “dimanfaatin” kenapa engga, hehe… Saya sangat penasaran dengan minuman yang menurut orang Jepang enak. Suatu hari, Sei (temenku dari Jepang) cerita kalau orang tua dan teman-temannya dari Jepang mau datang ke Indonesia. Nah, dia tahu kalau aku sangat ingin mencicipi yang namanya sake itu. Dia bilang, mungkin orang tuanya akan membawakannya sake. Kalau iya, nanti dia akan memberitahuku.
Benar ternyata, seminggu sesudah itu Sei ngajakin aku minum sake. Wuahh…senangnya, akhirnya keinginanku terwujud. Kata orang, cowok Jepang tuh bahaya, apalagi kalau udah ngajakin minum sake, wuih, itu perlu diwaspadai. Tapi tenang, Sei adalah orang yang baik dan dia sepertinya tahu hal itu. Di mengajak Yuke serta, yang juga aku dah kenal sama dia, dan aku juga ajak temen kosku si Rosi. Jam 5 sore kami bertemu di fib ugm, lalu kita ke malioboro naik trans jogja. Continue Reading

Nglanggeran はすごいでしょうね!

Sabtu, 7 April 2012
(Sabtu Sepi)
*Tapi saya tidak ke gereja :D

Lelah. Semua mendadak. Bingung ngga tau regen PMK mau dimana, pokoknya kalau bisa jangan di Kaliurang. Kaliurang jadi pilihan terakhir. Gara-gara kemarin liat majalah yang mengulas soal Nglanggeran, entah kenapa langsung kepikiran aja, ok, besok survey, regen di Nglanggeran.
Jam 9 berangkat dari kos. Awalnya berempat tapi mendadak semalem 2 orang ngasih tahu kalau ngga bisa ikut, ya udah berdua pun tak masalah. Satu jam perjalanan dari kos sampai Nglanggeran. Ini kali kedua aku datang ke sana. Dulu sempat makrab pmk niatnya mau di sana, tapi karena ngurus ijinnya harus pake tanda tangan dekan, dan itu jelas ngga mungkin kita dapet, akhirnya ngga jadi di sana. Beruntung, sekarang prosedur peminjaman tempat di Nglanggeran sudah berubah. Ngga perlu pake tanda tangan dekan, cukup dari ketua organisasi. Syarat lainnya cuma proposal kegiatan rangkap tiga, sama surat pemberitahuan ke polsek Patuk, Kepala Desa Nglanggeran, sama Wisata Nglanggeran. Itu aja, nagga terlalu ribet.
Di Nglanggeran ada paket camping dan homestay. Mengingat PMk kami banyakan cewek, dan hampir semuanya “really girly” ok, aku putuskan homestay saja. Harganya Rp. 70. 000,00/ orang. Itu sudah satu paket, homestay, makan, outbond, trekking, api unggun, pendopo, guide, pengamanan, dll. Sayangnya cuma satu, di sana tidak menyediakan lcd proyektor, jadi kami harus bawa sendiri. Ok, tak masalah, tidak terlalu mahal juga. Continue Reading

Judulnya Jalan-Jalan Bareng Kankoukujin to Nihonjin (Kankou Nihongo)

Jumat, 23 Maret 2012

(Hari Raya Nyepi)

Semalam, menyenangkn tapi sangat melelahkan. Pertama kalinya diajak nonton ogoh-ogoh di Pure Jagatnatha, sama si Bli Bravo. Ajakan yang menarik, karena selama ini hanya bisa melihat ogoh-ogoh di tv. Dua kali ke Bali tak sekalipun ada kesempatan buat lihat ogoh-ogoh. Lalu kuajaklah teman kos ku si Rosi sama Budi. Karena itu sesuatu yang menarik, jadi kuajaklah temanku dari Jepang , namanya Sota. Niatnya, mau ngajak dia aja, eh malah teman-teman satu kelas denger, terus minta ikutan juga. Ckckck, ..bagaimana ini, aku tak masalah dengan teman-temanku yang mau ikut, tapi, bagaimana dengan Bli, dia keberatan ngga ya aku ajak banyak teman begini. Karena Sota orang Jepang sendiri, biar dia ada teman sesama Jepang, aku ajak juga Sei. Hmm..memang, yang namanya orang asing, diajak liat sesuatu yang nampaknya menarik dan belum pernah dilihat, jadi penasaran. Dan akhirnya Sei mengajak teman-temannya yang lain, ngga cuma orang Jepang, plus ada orang Korea. Total 17 orang yang ikut. 7 orang asing, 10 orang Indonesia. Untunglah si Bli baik hati, dia tak masalah aku membawa teman seabrek. Padahal dia kan niatnya hanya berdua. Maaf ya Bli, hahahahaha……

Karena motor kurang, akhirnya Ajeng, Sei, Sou, dan Diana naik taksi. Awalnya aku udah takut kalau acara jalan-jalan ogoh-ogoh ini ngga jadi. Malam sebelum aku berangkat, aku dapat sms dri temenku, yang punya temen orang Bali, bilang kalau ngga ada ogoh-ogoh di Pure Jagatnatha. Adanya cuma di Prambanan dan itu udah lewat tadi siang. Wah, gawat iki, kalau semisal ogoh-ogohnya beneran ngga ad, gimana dong. Mau bilang apa coba sama temen-temenku, apalagi mereka yang orang asing, gimana njelasinnya?? Ku sms lah si Bli, aku pastikan lagi kalau beneran ada ogoh-ogoh di Pure Jagatnatha. Dia mengatakan ada, kalau sampai ngga ada, dia bakal nraktir aku dan temna-temanku makan. Ok, kalau Bli udah sampe bilang gitu, berarti kemungkinan besarnya ada.

Ouji Tuhan, sesampai di sana, ogoh-ogohnya memang ada. Di sana sudah ramai dipenuhi warga sekitar maupun warga luar yang ingin melihat prosesi ini. Sebelum ogoh-ogoh diarak keliling kampung, para umat Hindhu berdoa di dalam Pure. Hanya orang yang berpakaian adat Bali yang bisa masuk ke dalam pure. Aku dan teman-temanku menunggu di luar Pure. Tak lama sesudah itu, satu persatu ogoh-ogoh dikeluarkan. Ogoh-ogoh itu mulai diarak keliling kampung. Kami putuskan untuk menunggu di sini saja, menunggu sampai arak-arakan itu kembali, yang kemudian dilanjutkan prosesi pembakaran ogoh-ogoh itu. Aku sendiri sebenarnya juga tidak tahu makna prosesi itu semua, tapi aku nangkepnya, jadi itu ogoh-ogoh merupakan simbol keburukan manusia. Kenapa dibakar, mungkin untuk membuang hal-hal yang burk, lalau datanglah kebaikan. Yah, mungkin begitu artinya, aku sendiri bukan orang Bali jadi ngga ngerti, hahaha

Sambil menunggu ogoh-ogoh itu kembali, kami makan. Aku, Monic, Bli, dan 3 orang Jepang makan di rumah makan Bu Komang, spesiasil masakan Bali. Ada rujak Bali, ayam betutu, dan yang paling menggiurkan adalah babi guling, hehehe…dan kebetulan si orang Jepang juga  suka daging babi. Dan ternyata memang enak. Teman-teman yang tidak makan babi, makan di rumah makan seberang, makan ayam bakar dan kawan-kawannya.

Tidak lama sesudah makan, ogoh-ogohnya mulai datang. Kami langsung mencari tempat yang dekat pemabakaran supaya bisa melihat prosesi itu secara langsung. Tapi Ternyata, setelah diarak, jumlah orang yang datang makin banyak. Kami benar-benar berdesak-desakan. Puanas buanget, ga bisa nafas. Rasanya hampr sama dengan saat nonton Jogja Java Carnival, tapi ini penuhnya cuma di depan pure, kalau JJC kan sepanjang jalan malioboro. Tapi tetap saja, fiuh… hontou ni atsui.

Yeah, meskipun berdesak-desakan, acara ini cukup menarik, karena ini pertama kalinya juga untukku. Dan aku bersyukur teman-temankupun cukup senang melihatnya. Kalau kata si Sota sih, acara yang model begini juga ada di Jepang, namanya omokoshi.

Jalan-jalan yang menyenangkan. Jogja memang benar-benar istimewa. Ada banyak budaya asing di sini, tapi budaya Jogja sendiri masih tetap bisa bertahan. Luar biasa. Rasanya tidak ingin segera lulus, masih betah di Jogja,,,hehe…

Minggu depan jalan-jalan lagi bareng teman-teman kelas dan orang Jepang ke Borobudur!!!

Sungguh menyenangkan sekali kuliahku di semester terakhir ini, full of practice, hahahaha

:D

Numpang foto depan ogoh-ogoh

Sei, Sou, Monic, Diana, dan aku

After dinner

Sota, aku, dan Rosi

“Mengadu Nasib” Via Jakarta

Kamis, 16 Februari 2012

08.30

Ngebolang at ジャカルタ

Luar biasa. Itulah kata yang cocok untuk menggambarkan kota Jakarta beserta penduduknya. Beberapa hari di Jakarta membuatku tahu bahwa Jakarta bukanlah kota yang ramah, Jakarta adalah kota yang sangat keras, dan semua orang tahu itu. Tapi akan beda rasanya jika sudah merasakannnya sendiri.

Sabtu,  11 Februari 2012 aku beserta keempat temanku Chandra, Ajeng, Fu, Arif, berangkat ke Jakarta guna mengikuti ujian beasiswa Monbukagakusho tepatnya di Depok UI. Kami naik kereta ekonomi dari stasiun Lempuyangan. Beruntung teman duduk kami seumuran kami, dan mereka juga mahasiswa, sehingga kami bisa saling mengobrol dan perjalanan kami tidak terasa membosankan. Dunia memang sempit, orang yang duduk di depanku ternyata anak UNY, dan dia temennya temenku, hahaha…

Sekitar jam 3 pagi kami sampai di stasiun Jatinegara. Kami disana masih harus menunggu Link, teman kami juga tapi dia naik bisnis, sekitar jam setengah 4 dia sampai. Tak lama kemudian tante Wulan dan om Agus, keluarga Link  datang. Mereka berdualah yang mengantar kita mencari penginapan di dekat UI. Oia, ternyata kami satu kereta dengan senpai-senpai, kami langsung pura-pura aja ga liat, malu lah, kalo ketahuan kita mau ikut ujian monbusho kayak mereka juga. Mereka kan pakai seleksi, sedangkan kita, asal ngikut aja, kali aja beruntung, saingannya aja kayak mereka jelas banget kita ketahuan begonya, hahahaha…..

Karena ngga nemu penginapan di sekitar UI, adanya juga cuma hotel dan itu harganya 400rb per malam, waow, mana kita sanggup bayar. Akhirnya,, kita tinggal di rumah sepupu Link, tante Vera. Dari situlah, kami ngebolang. Sore itu kita jalan-jalan ke ITC Depok kayaknya namanya, mengingat yang namanya ITC di Jakarta sungguh berjibel, yang jelas itu tempat namanya ITC. Niatnya, cuma jalan-jalan aja, daripada di rumah aja juga ngga  ngapa-ngapain, tapi apamau dikata, dasar wanita, liat yang namanya barang bagus, murah, apalagi diskon, buyar sudah tujuan utama kita kesini. Langsung misah semua, mencari barang yang diinginkan masing-masing. Yah, aku akui, barangbarang yang dijula disana bikin kalap dan laper mata. Si Link kemana, Fu kemana, Ajeng, kemana aku ga ngerti, akupun pergi liat-liat sendiri, hehehe. Berhubung aku ngga terlalu suka belanja yang begitu-begituan, aku cuma beli satu buah celana pendek dengan harga hanya 18ribu rupiah. Itupun karna aku merasa butuh karena celana pendekku di rumah cuma sedikit, mumpung murah euy! Ternyata, semua kawanku itu beneran niat blanja. Balik-balik mereka dah nenteng belanjaan masing-masing, dan itu semua adalah baju. Baru sadar, sejak awal kita berangkat sampai hari ini gada satupun dari kita yang ngebahas ujian besok, ckckck..dasar emank udah ga niat ujian nih. Continue Reading

Hedewhh….Jauh-jauh ke Ngawi cuma buat Ke Kebon sama Berenang

Jumat, 27 Januari 2012

At home

Semester inipun diakhiri dengan jalan-jalan. Yah, memang itu yang kuinginkan karena sepertinaya memang kurang lengkap jika liburan semester yang cukup panjang tidak diisi dengan bepergian. Hampir sama dengan libur semester satu tahun yang lalu, tepatnya semester tiga, dan sekarang semester 5, aku pergi ke rumah Astrid lagi di Ngawi.

Hari pertama

Sabtu, 21 Januari jam 09.00 aku dan Astrid berangkat naik motor. Sekitar jam 11 kami isitrahat sebentar di Solo, di sebuah mall yang aku lupa namanya. Niatnya kami mau ngadem sambil jalan-jalan di dalam mall, tapi berhubung di tempat penitipan barang tidak menerima penitipan laptop. sednagkan Astrid membawa tas besar berisi laptop dan pakaian, yah, mau tidak mau, kami hanya bisa duduk di hypermart yang berada di lantai bawah, karena Astrid tidak mau berjalan-jalan di dalam mall dengan membawa tas sebesar dan seberat itu. Sekitar satu jam kami duduk di sana sambil minum es teh dan makan snack.

Perjalanan kami lanjutkan kembali. Kami menyusuri pusat kota Solo, termasuk jalan slamet riyadi. Meskipun hanya lewat, tapi itu lumayan menyenangkan untukku yang bukan orang Solo. Setelah keluar dari pusat kota Solo, awan mendung sudah mulai tampak, tetesan air sudah mulai terasa jatuh di permukaan kulitku. Dan “bress” hujan deras mengguyur kami. Kami langsung menepi, segera mengenakan mantel, lalu melanjutkna perjalanan kembali. Hhh…dasar emank hujanpun bisa galau. Baru berapa meter, hujan yang tadinya deras, perlahan-lahan mengecil, lalu terang-benderang, wuah, asem tenan iki. Ya sudah, kami putuskan untuk berhenti dan melepas mantel kami. Kami lanjut lagi, baru beberapa kilo, wah, perasaan dah ga enah nih, mulai terasa lagi titik-titik hujan, dan benar saja, tak berapa lama hujan kembali mengguyur. Saat itu kami sudah memasuki kota Ngawi tapi masih jauh dari rumah Astrid. “Ok trid, sepertinya kita memamg harus memakai mantel, dan entah nanti hujan lagi atau tidak, kita pakai saja” kataku pada astrid. Akhirnya, kami memakai mantel sampai tempat Astrid, dan ternyata sepanjang akhir perjalanan kami hari itu memang hujan terus. Sampai rumah Astid jam 2 siang. Continue Reading

Natal Hujan, Tetap HAPPY :)

Sabtu, 14 Januari 2012

Akhirnya, selesai juga natal pmk kami. Setelah sempat khawatir, karena tidak menemukan tanggal yang tepat, kami tetap bersyukur, finally natal terlaksana juga. Sedih memang karena yang datang sedikit, yah mungkin karena hujan yang cukup deras, tapi aku tetap bersyukur. Semua acara bisa berjalan dengan lancar, dan menyenangkan. Setidaknya aku tidak melakukan kegagalan natal ketika aku menjadi pengurus. 3 hal wajib yang harus aku laksanakan selama menjadi pengurus adalah natal, paskah, dan regenerasi. Natal sudah, tinggal menunggu paskah dan regenerasi nanti jadi satu. Aku bersyukur di masa kepengursanku yang sudah mencapai 8 bulan ini, banyak hal-hal luar biasa terjadi dalam hidupku. Tuhan merubahkanku melalui PMK. Terlalu banyak yang bisa disebutkan, yang jelas secara karakter dan kehidupan imanku telah berubah jauh dibandingkan sebelum aku menjadi ketua pmk fib. Pada awalnya menurutku aku tak bisa, aku tak sanggup, entah kenapa semua bisa aku jalani dan aku masih bertahan selama 8 bulan ini. Padahal ketika membayangkannya saja, rasanya tak sanggup. Tuhan memang luar biasa. Tinggal 4 bulan lagi, aku akan lepas dari posisiku sekarang, dan aku yakin selama  4 bulan terakhir ini akan ada banyak kejadian luar biasa lainnya yang akan aku alami. Dan hal itu tidak akan pernah aku lupakan sampai selamanya, kenangan saat bersama keluarga pmk fib. Sedih rasanya jika membayangkan aku sudah tidak menjadi pengurus, karena tak lama sesudah itu akupun lulus dari UGM. Rasanya tidak ingin meninggalkan mereka, meninggalkan pmk, terlalu banyak kenangan yang ada di sana. Mungkin fisikku meninggalkan mereka, tapi tidak dengan hatiku, dimanapun aku berada aku akan selalu mengingat masa-masa itu. Dari mulai yang menyenangkan, menyedihkan, sampai masalah yang tidak dapat aku selesaikan, semuanya sudah kau alami. Thanks God, You are so great and know me. Tak ada ynag bisa aku lakukan tanpamu, hanya Kau yang sanggup memampukanku mrlakukan hal-hal ynag bagiku tidak mungkin.

Aku akan berusaha memberikan yang terbaik untukMu dan untuk semuanya, selama sisa kepegurusanku ini.

I love You Jesus

 

Ini dia foto-fotonya

 Pembicara kita Kak Sigit

Penyalaan Lilin

Ini Dia Acara UKK yang Lumayan Bikin Rempong PMK-PMK

Perayaan dengan bintang tamu Echa Soemantri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Don’t be Cry on Christmas

Minggu, 11 Desember 2011

Awal Desember yang sungguh indah. Kemarin malam akan menjadi hari yang tidak akan pernah terlupakan, bagiku dan aku yakin bagi yang lain juga. Bermula dari pengumuman akan ada lomba memmbuat pohon natal dari barang bekas, video, suporter, dan festival musik yang diadakan UKK. Seperti biasa, kita selalu dadakan menyiapkan semuanya. Seminggu sebelum lomba kami baru membahas tentang lomba ini. Kami memutuskan untuk ikut vocal group saja. Satu persatu masalah mulai muncul. Mulai dari yang belum jelas mau nyanyi apa, orang-orangnya siapa saja, mau bikin pohon natal dari apa, bahannya cari dimana, timnya siapa saja, videonya mau dibuat kapan, dll. Awalnya lagu O holy night, tapi setelah dicoba ternyata lumayan sulit pembagian suaranya. Akhirnya diputuskan nyanyi lagu Karena Kita dan Dia Lahir Untuk Kami. Kami mulai berlatih, dan kami yakin dengan itu. Kami sama sekali tidak mengharapkan juara, yang penting kita berikan yang terbaik. Awalnya kami nomor urut 4, tapi karena nomor sebelumnya tidak jadi ikut, kita jadi maju menjadi nomor tiga. Hhmmm…peserta pertama dan kedua, dan peserta sesudah kami menampilkan band, hanya kami yang vocal group. Dan kami sedikit kecewa karena ternyata micnya puarahh buangett, plus tempat yang sangat tidak mendukung untuk lomba musik karena itu adalah gedung pertemuan yang membuat suara memantul kemana-mana. Sempat kami merasa tidak puas padahal kami sudah menyanyi dengan sebaik mungkin. Suara kami menjadi tidak jelas, pembagian suaranya juga tidak terlalu terdengar, pemusik juga jadi tidak terlalu jelas. Tapi tidak masalah, kami tidak cari juara, tapi kami hanya ingin ikut berpartisipasi dan memeriahkan Natal ini. Selesai nyanyi, kami membantu tim pohon natal membuat pohon natal. Kami putuskan membuatnya dengan meggunakan kardus bekas. Pohon natal kami erbesar nomor dua setelah PMK Teknik. Setelah jadi, aku baru sadar teryata pohon natal kami lebih mirip kue tart daripada pohon natal, hahaha…pohon natal kami berupa kardus besar-bear yang dibungkus dengan kertas majalah, hiasan-hiasannya juga dibuat dari koran dan majalah bekas. Sangat besar dan lucu, tapi kami puas, hehehe….

Nah, ketika kami sudah senang dengan semua ini, tiba-tiba MC mengatakan yang cukup mengejutkan kami semua. Setelah presentasi pohon natal selesai, MC mengatakan bahwa pohon natal boleh dibawa pulang dan diminta untuk dibawa kembali minggu depan saat perayaan. Sontak kami semua kaget. Selama satu minggu kami mempersiapkannya dan selama 4 jam kami mengerjakannya, haruskah kami membongkarnya? Kami tidak mungkin membongkar itu semua, membawanya pulang, lalu memasangnya lagi minggu depan. Puhon natal kami sulit membuatnya. Awalnya, kata sie acara, setelah lomba ini, pohon natalnya akan dibawa oleh panitia, dan akan dipajang minggu depan. Ternyata terjadi perubahan, pohon natal itu diserahkan kembali pada kami. Kami sempat sedikit tidak bisa megontrol emosi, dan mnegomel menyalahkan gimana sih panitianya. Falen dan Rugun yang juga sebagai panitia merasa kaget juga dengan pengumuman itu, dan mereka berduapun merasa bersalah sampai menangis. Mereka benar-benar tidak tahu akan seperti ini jadinya. Kami yang melihat itupun ikut sedih dan merasa bersalah juga karena kami baru saja ngomel-ngomel ke panitia sedangkan mereka berdua juga panitia. Kami langsung tersadar dan meminta maaf sambil menenangkan mereka berdua, kami saling berpelukan mengatakan “Jangan sedih Rugun, Falen, bukan salah kalian, kalian kan juga tidak ktahu akan seperti  ini jadinya” kamipun ikut menangis karena saking sedihnya. Sedih karena merasa bersalah dengan Falen dan Rugun, merasa sedih juga karena kami harus kehilangan pohon natal kami. Aku benar-benar tidak bisa menahan air mataku. Betapa mereka sungguh menghargai kerja keras kami, usaha kami untuk memberikan yang terbaik, dan dari kejadian ini, aku bisa merasakan kekompakan dan rasa solid satu dengan ynag lain. Kurasa itu alasan paling tepat kenapa aku menangis. Kalian benar-benar luar biasa, ya inilah, yang disebut PMK, bukan sebuah organisasi tapi sebuah keluarga yang selalu kompak dan selalu bersama baik suka maupun duka. Continue Reading